PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI MADRASAH TsANAWIYAH AL-KHAIRIYAH TELUK NILAU

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi yang berupa karya tulis, karya cetak, dan/atau karya cetak.
Menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat Islam. Sebagaimana yang kita ketahui dalam lima ayat yang pertama kali diturunkan, disitu tertera adanya perintah untuk “membaca” sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
???????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??? ?????? ?????????? ???? ?????? ??? ???????? ???????? ?????????? ??? ??????? ?????? ???????????? ??? ?????? ?????????? ??? ???? ???????? ???

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Iqra’ dalam ayat diatas oleh Quraish Shihab, diartikan dengan bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Pengulangan kata Iqra’ pada ayat tersebut menjelaskan bahwa kecakapan membaca tidak akan diperoleh kecuali dengan mengulang-ulang bacaan.
Dari ayat tersebut jelas kiranya bahwa kita harus senantiasa membaca yaitu membaca apa saja yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Ayat diatas juga memberikan penjelasan tentang perlunya alat dalam melakukan kegiatan. Seperti halnya kalam yang diperlukan bagi pengembangan dan pemeliharaan ilmu pengetahuan. Kalam tersebut tidak terbatas hanya pada arti sebagai alat tulis yang banyak digunakan kalangan para santri di lembaga-lembaga pendidikan tradisional, melainkan juga mencakup berbagai peralatan yang dapat menyimpan berbagai informasi, mengakses dan menyalurkannya secara tepat dan akurat. Termasuk di dalamnya adalah perpustakaan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai informasi.
Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang berpengaruh besar dalam dunia pendidikan. Khususnya perpustakaan sekolah, mempunyai peranan yang sangat dominan dalam pembangunan di bidang pendidikan. Salah satu peranan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan adanya perpustakaan diharapkan siswa dapat mengembangkan ketrampilan untuk mencari informasi bagi keperluan mereka secara mandiri. Hal ini tentunya dengan cara memanfaatkan perpustakaan semaksimal mungkin, dengan cara membaca dan memahami buku-buku yang tersedia, baik buku pelajaran, keagamaan maupun umum.
Begitu petingnya akan adanya perpustakaan ini maka pemerintah pada tahun 1989 mengeluarkan ketentuan undang-undang sistem pendidikan nasional yang didalamnya dinyatakan bahwa setiap sekolah wajib memiliki perpustakaan. Selama berabad-abad eksistensi perpustakaan tetap dipertahankan walaupun banyak hambatannya. Eksistensi perpustakaan dalam masyarakat tetap dipertahankan karena perpusatakaan mempunyai fungsi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, beberapa fungsi perpustakaan diantaranya sebagai sarana penyimpanan karya manusia, fungsi informasi, fungsi rekreasi, fungsi pendidikan.
Pasal 45 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “Setiap satuan pendidikan formal dan non-formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik”.
Salah satu sarana pendidikan yang berpengaruh terhadap hasil pendidikan adalah perpustakaan, dimana perpustakaan ini harus memungkinkan tenaga kependidikan dan para peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam.
Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan yang amat penting harus diselenggarakan secara efektif dan efisien. Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Oleh karena itu baik secara struktural maupun operasional perpustakaan sekolah perlu penanganan lebih serius. Akan tetapi pada kenyataannya belum seluruh sekolah di negeri ini yang memiliki perpustakaan yang memadai, dan yang lebih penting adalah bagaimana agar murid-murid memiliki kegemaran membaca dan mampu memanfaatkannya secara optimal perpustakaan yang ada betapapun sedikitnya koleksi.
Berdasarkan penjelasan diatas, menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk mengkaji tentang “Peran Perpustakaan Sekolah Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa” dengan obyek penelitian MTs Al-Khairiyah. Hal ini dengan berbagai pertimbangan diantaranya ialah:
1. Sebagai salah satu upaya untuk memajukan ebudayaan nasional, perpustakaan merupakan wahana pelastarian kekayaan budaya bangsa.
2. Perpustakaan merupakan pusat informasi yang ada di sekolah dan mempunyai peranan cukup besar dalam pendidikan khususnya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam menanganinya.
3. Mengingat pentingnya peranan perpustakaan di sebuah sekolah, akan tetapi selama ini kelihatannya belum begitu banyak penelitian yang membahas tentang perpustakaan sekolah secara spesifik.
4. Penulis mengambil obyek di MTs Al-Khairiyah, sebab MTs tersebut merupakan salah satu-satunya di Kelurahan Teluk Nilau Kecamatan Pengabuan yang memperhatikan perpustakaan untuk siswanya meskinpun masih dalam tahap pemula sudah dapat membantu kesulitan siswa untuk menambah pengetahuan.

B. Pokok – Pokok Masalah
Berdasarkan pemaparan diatas, maka kajian dari penelitian ini akan difokuskan pada peranan perpustakaan sekolah di MTs Al-Khairiyah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
Adapun yang menjadi pokok-pokok permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Bagamana keberadaan perpustakaan sekolah di MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau.
2. Bagaimana prestasi belajar PAI siswa MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau.
3. Peran apa saja yang diberikan perpustakaan sekolah MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa.

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Sebagaimana perumusan masalah diatas, maka penelitian ini dimaksudkan untuk:
a. Ingin mengetahui keberadaan perpustakaan sekolah di MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau
b. Ingin mengetahui prestasi belajar PAI siswa MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau.
c. Ingin mengetahui peran apa saja yang diberikan perpustakaan sekolah MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa.
2. Manfaat Penelitian
Adapun hasil dari penelitian ini nantinya dapat diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan perpustakaan sekolah pada umumnya dan perpustakaan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam pada khususnya. Hal ini mengingat masih sedikit lembaga pendidikan Islam yang mempunyai dan memperhatikan perpustakaan sekolah yang memadai.
a. Untuk mengetahui keberadaan perpustakaan sekolah di MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau
b. Untuk mengetahui prestasi belajar PAI siswa MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau.
c. Untuk mengetahui peran apa saja yang diberikan perpustakaan sekolah MTs Al-Khairiyah Teluk Nilau dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa.
d. Untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana strata satu (S.1) dalam Ilmu tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam pada STAI An-Nadwah Kuala Tungkal.

D. Kerangka Teoritis
Secara etimologis istilah perpustakaan berasal dari kata dasar “pustaka” yang berarti buku, kitab. Dalam bahasa asing dikenal dengan istilah library (Inggris), liber atau libri (Latin), bebliotheek (Belanda), bebliothek (Jerman), bibilotheque (Perancis), biblioteca (Spanyol) dan biblia (Yunani).
Istilah Pustaka ini kemudian ditambah awalan “per” dan akhiran “an” menjadi perpustakaan. Perpustakaan mengandung arti (a) tempat, gedung yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan dan sebagainya, (b) koleksi buku, majalah dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari dan dibicarakan.
Dari kata dasar itu kemudian menimbulkan istilah turunan lain seperti: bahan pustaka, pustakawan, kepustakaan, dan ilmu pengetahuan.
1. Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari satu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya.
2. Menurut P. Sumardji, perpustakaan adalah koleksi yang terdiri dari bahan-bahan tertulis, tercetak maupun grafis lainnya seperti film, slide, piringan hitam, tape, dalam ruangan atau gedung yang diatur dan diorganisasikan dengan sistem tertentu agar dapat digunakan untuk keperluan studi, penelitian, pembacaan dan lain sebagainya.
Pengertian perpustakaan sekolah merupakan turunan dari pengertian perpustakaan secara umum. Carter V. Good sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal, memberikan definisi perpustakaan sekolah sebagai koleksi yang diorganisasikan didalam suatu ruang agar dapat digunakan oleh murid-murid dan guru-guru, yang dalam penyelenggaraannya diperlukan seorang pustakawan yang bisa diambil dari salah seorang guru.
Ibrahim Bafadal sendiri berpendapat bahwa perpustakaan sekolah adalah kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan buku (non book material) yang diorganisasikan secara sistematis dalam suatu ruang sehingga dapat membantu murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Menurut Soeatminah “Perpustakaan sekolah ialah perpustakaan yang ada di sekolah sebagai sara pendidikan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah.
Dari ketiga pendapat diatas, yang memberikan penjelasan paling lengkap adalah pendapat dari Ibrahim Bafadal, sebab dalam definisi tersebut sudah dijelaskan bahwa koleksi yang ada di perpustakaan bukan hanya buku, akan tetapi juga koleksi non buku (non book material).
Hal inilah yang membedakan pendapat Ibrahim Bafadal, dengan pendapat-pendapat yang lain yang hanya menyebutkan “bahan pustaka” sebagai koleksi yang ada di perpustakaan. Penyebutan “bahan pustaka” yang belum jelas ini dikhawatirkan akan memberikan pemahaman yang kurang tepat tentang bahanbahan pustaka yang ada di perpustakaan.
Dari beberapa definisi diatas dapat penulis simpulkan bahwa secara garis besar perpustakaan adalah salah satu unit kerja/lembaga tertentu yang bertugas mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan mengatur koleksi bahan pustaka baik yang tertulis, tercetak, maupun grafis lainnya, seperti film, slide, piringan hitam, tape, yang diatur dan diorganisasikan secara sistematis untuk dipergunakan secara berkesinambungan sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan bagi setiap pemakainya.
Dengan demikian pengertian perpustakaan sekolah tidak jauh beda dengan pengertian perpustakaan umum, hanya saja tempatnya di sebuah lembaga pendidikan. Jadi, perpustakaan sekolah ialah suatu unit kerja dari lembaga pendidikan yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan mengatur koleksi bahan pustaka baik yang tertulis, tercetak maupun grafis lainnya (seperti film, slide, piringan hitam, tape) yang diatur dan diorganisasikan secara sistematis untuk dipergunakan secara berkesinambungan sehingga dapat membantu murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar.
1. Jenis-Jenis Perpustakaan
Pada umumnya jenis perpustakaan yang berkembang di Indonesia kurang lebih sama dengan yang berkembang di negara lain, yang berbeda mungkin adalah perkembangannya. Hal ini dikarenakan perkembangan perpustakaan sangat tergantung kepada masyarakat setempat dan penyelenggaranya. Karena ada bermacam-macam golongan manusia yang memanfaatkan perpustakaan dan perpustakaan dapat diarahkan untuk bermacam-macam tujuan atau kebutuhan, maka ada beberapa jenis perpustakaan.
Sulistyo-Basuki, mengklasifikasikan perpustakaan menjadi dua, yaitu:
a. Menurut fungsinya, perpustakaan dibagi menjadi perpustakaan khusus dan perpustakaan umum.
b. Menurut jenisnya menghasilkan kelompok perpustakaan khusus, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan nasional, dan perpustakaan pribadi.
2. Berdasarkan jenis koleksinya
1) Perpustakaan umum, yaitu perpustakaan yang koleksinya terdiri dari berbagai bidang ilmu pengetahuan (bersifat umum)
2) Perpustakaan khusus, yaitu perpustakaan yang koleksinya hanya khusus mengenai bidang ilmu pengetahuan tertentu, misalnya perpustakaan kedokteran, perpustakaan ilmu dan teknologi, perpustakaan musik, perpustakaan hukum, perpustakaan teknologi, perpustakaan teknik mengarang dan sebagainya.
Berdasarkan Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 Bab I pasal 1 poin 7, Perpustakaan Khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain.
3) Perpustakaan Digital, Sebenarnya perpustakaan digital bukan merupakan salah satu jenis perpustakaan tersendiri, akan tetapi merupakan pengembangan dalam sistem layanan perpustakaan. Misalnya pada perpustakaan khusus atau perpustakaan perguruan tinggi.
Didalam sistem tersebut tidak tampak secara fisik sumber informasi atau koleksi bahan pustaka, karena informasi tersebut sudah diubah bentuknya menjadi digital.

Para pemakai perpustakaan dapat mengaksesnya melalui suatu peralatan tertentu. Oleh karena itu perpustakaan digital ada yang menyebut sebagai suatu perpustakaan maya (virtual library).
3. Fungsi dan Peran Perpustakaan Sekolah
Fungsi perpustakaan adalah suatu tugas atau jabatan yang harus dilakukan di dalam perpustakaan tersebut. Sesuai dengan unsur pengertian bahwa didalam perpustakaan terdapat koleksi yang digunakan untuk keperluan studi, penelitian, bacaan umum dan lainlainnya, maka perpustakaan mempunyai perbagai macam fungsi.
Fungsi dan tujuan perpustakaan berdasarkan Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 Bab I pasal 3; Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelastarian, informasi, reaksi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, ketrukuran, dan kemitraan. Pasal 4; Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bagsa.
C. Larasati Milburga dkk, membagi fungsi perpustakaan sekolah menjadi tujuh, yaitu:
a. Membantu para siswa melaksanakan penelitian dan membantu menemukan keterangan-keterangan yang lebih luas dari pelajaran yang didapatnya di dalam kelas
b. Memupuk daya kritis pada siswa
c. Membantu memperkembangkan kegemaran dan hobi siswa
d. Tempat untuk melestarikan kebudayaan
e. Sebagai pusat penerangan
f. Menjadi pusat dokumentasi
g. Sebagai tempat rekreasi.
Sementara dalam “Perpustakaan Nasional” disebutkan bahwa secara garis besar perpustakaan sekolah mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Sebagai pusat belajar mengajar
b. Membantu anak didik memperjelas dan memperluas pengetahuannya tentang suatu pelajaran di kelas dan mengadakan penelitian di perpustakaan.
c. Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca yang menuju kebiasaan mandiri
d. Membantu anak untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya
e. Membiasakan anak mencari informasi di perpustakaan
f. Sebagai tempat rekreasi
g. Memperluas kesempatan belajar bagi murid-murid.

Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perpustakaan sekolah mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi edukatif
Di perpustakaan sekolah disediakan buku-buku baik fiksi maupun non fiksi. Adanya buku-buku ini dapat membiasakan murid-murid belajar mandiri dan dapat meningkatkan interest membaca murid-murid. Biasanya didalam perpustakaan sekolah tersedia buku-buku yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah. Hal ini dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Idealnya perbandingan antara buku-buku cerita dan buku-buku pengetahuan adalah 40 % : 60%.
b. Fungsi informatif
Perpustakaan yang sudah maju tidak hanya menyediakan bahan-bahan pustaka yang berupa buku-buku, akan tetapi juga bahan-bahan yang bukan berupa buku. Bahan yang berupa non buku (non book material) di antaranya adalah majalah, buletin, surat kabar, pamflet, guntingan artikel, peta. Selain itu juga alat-alat pandang dengar, seperti OHP, slide projektor, film strip projektor, TV, video, tape recorder, dan sebagainya. Semuanya itu akan memberikan informasi atau keterangan yang diperlukan oleh murid-murid. Perpustakaan sebagai informasi ini menambah wawasan tentang segala yang bermanfaat.
c. Fungsi tanggung jawab administratif
Hal ini dapat dilihat dalam kegiatan sehari-hari di perpustakaan, yaitu melalui pencatatan adanya peminjaman dan pengembalian. Adanya sanksi jika ada keterlambatan ataupun menghilangkan buku juga membantu mendidik murid-murid untuk bertanggung jawab dan tertib administrasi.
d. Fungsi riset
Sebagaimana penjelasan dimuka bahwa perpustakaan menyediakan banyak bahan pustaka. Dengan adanya bahan pustaka yang lengkap murid-murid dan guru-guru dapat melakukan riset, yaitu mengumpulkan data atau keterangan-keterangan yang diperlukan. Sebagai fungsi penelitian, perpustakaan menyediakan berbagai informasi untuk menunjang kegiatan penelitian, informasi yang disajikan meliputi berbagai jenis dan bentuk informasi.
e. Fungsi kultural
Perpustakaan bertugas menyimpan khasanah budaya bangsa atau masyarakat tempat perpustakaan berada serta meningkatkan nilai dan apresiasi budaya dari masyarakat sekitar perpustakaan melalui penyediaan bahan pustaka.
f. Fungsi rekreatif
Disamping fungsi perpustakaan sebagaimana yang dijelaskan diatas, perpustakaan juga mempunyai peranan. Peranan perpustakaan merupakan bagian dari tugas pokok yang harus dijalankan didalam perpustakaan. Setiap perpustakaan yang dibangun akan bermakna jika dapat menjalankan peranannya sebaikbaiknya. Peranan tersebut berhubungan dengan keberadaan, tugas dan fungsi perpustakaan.
Peranan perpustakaan yang paling utama adalah memberi informasi dari berbagai ilmu dan disiplin ilmu. Peranan yang dapat dijalankan oleh perpustakaan antara lain adalah:
a. Perpustakaan merupakan media atau jembatan yang menghubungkan antara sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terkandung didalam koleksi perpustakaan dengan para pemakainya.
b. Sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama pemakai dan antara penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat yang dilayani.
c. Sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, kebiasaan membaca dan budaya baca melalui penyediaan berbagai bahan bacaan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
d. Sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi mereka yang ingin mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta pengalamannya.
e. Perpustakaan merupakan agen perubahan, agen pembangunan dan agen kebudayaan umat manusia.
f. Sebagai lembaga pendidikan non formal bagi anggota masyarakat dan pengunjung perpustakaan.
g. Sebagai pembimbing dan memberikan konsultasi kepada pemakai atau melakukan pendidikan pemakai (user education).
h. Menghimpun dan melestarikan koleksi bahan pustaka agar tetap dalam keadaan baik.
i. Sebagai ukuran (barometer) atas kemajuan masyarakat dilihat dari intensitas kunjungan dan pemakaian perpustakaan
j. Secara tidak langsung perpustakaan yang berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik dapat ikut berperan dalam mengurangi dan mencegah kenakalan remaja.
5. Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar
Dalam arti luas, sumber belajar (learning resources) adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar. Menurut Oemar Hamalik, sumber belajar adalah semua yang dipakai oleh siswa (sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan para siswa lainnya) untuk memudahkan belajar.
Edgar Dale sebagaimana yang dikutip oleh Ahmad Rohani menyatakan bahwa Sumber belajar adalah pengalaman-pengalaman yang pada dasarnya sangat luas, yakni seluas kehidupan yang mencakup segala sesuatu yang dapat dialami, yang dapat menimbulkan peristiwa belajar. Maksudnya adalah perubahan tingkah laku ke arah yang lebih sempurna sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

Berangkat dari pengertian diatas, selanjutnya AECT (Assosiation for Education Communication and Technology) sebagaimana yang dikutip oleh Ahmad Rohani mengklasifikasikan sumber belajar menjadi 6, yaitu:
a. Pesan (messages), yaitu informasi yang ditransmisikan (diteruskan) oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, arti dan data. Termasuk ke dalam kelompok pesan adalah semua bidang atau mata kuliah yang harus diajarkan kepada peserta didik.
b. Orang (peoples), yaitu manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah, penyaji pesan. Dalam kelompok ini misalnya seorang Guru, Dosen, Tutor, peserta didik, tokoh masyarakat atau orang-orang lain yang mungkin berinteraksi dengan peserta didik.
c. Bahan (materials), yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk kategori bahan, misalnya transparansi, slide, film, film-strip, audio, video, buku, modul, majalah, bahan instruksional terprogram dan lain-lain.
d. Alat (devices), yaitu perangkat keras yang digunakan untuk penyampaian pesan yang tersimpan dalam bahan. Misalnya, proyektor slide, overhead, video tape, pesawat radio, pesawat televisi dan lain-lain.
e. Teknik (techniques), yaitu prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Contohnya instruksional terprogram, belajar sendiri, belajar tentang permainan simulasi, demonstrasi, ceramah, tanya jawab, dan lain-lain.
f. Lingkungan (setting), yaitu situasi sekitar di mana pesan disampaikan. Lingkungan bisa bersifat fisik (gedung sekolah, kampus, perpustakaan, laboratorium, studio, auditorium, museum, taman) maupun lingkungan non fisik (suasana belajar dan lain-lain).
Selain klasifikasi diatas AECT juga membedakan sumber belajar menjadi dua, yaitu:
a. Sumber belajar yang dirancang (by design) untuk tujuan belajar seperti misalnya guru, dosen, pelatih, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, bengkel kerja, simulator, modul.
b. Sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization) yaitu dimanfaatkan untuk tujuan belajar. Contohnya pejabat, tokoh masyarakat, orang ahli di lapangan, pabrik, pasar, rumah sakit, surat kabar, radio, televisi dan lain-lain.
Dari beberapa penjelasan diatas, jelas kiranya bahwa perpustakaan termasuk di dalamnya koleksi, pengunjung dan pustakawan termasuk dalam sumber belajar. Sumber-sumber belajar tersebut saling melengkapi satu sama lain, meskipun bisa juga secara sendiri-sendiri berperan menimbulkan proses belajar. Misalnya para pengunjung banyak mendapat informasi penting dari para pustakawan, sehingga untuk saat itu mereka tidak memerlukan informasi jenis lainnya yang tersimpan dalam jenis sumber lain.
Perpustakaan mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai pusat sumber belajar yang tersedia untuk penyimpanan dan untuk pemanfaatan sumber belajar yang berupa cetak maupun non cetak.
Perpustakaan yang lengkap dan dikelola dengan baik memungkinkan peserta didik untuk lebih mengembangkan dan mendalami pengetahuan yang diperolehnya di kelas melalui belajar mandiri, baik pada waktu-waktu kosong di sekolah maupun di rumah. Disamping itu, juga memungkinkan guru untuk mengembangkan pengetahuan secara mandiri, dan juga dapat mengajar dengan metode bervariasi. Misalnya belajar individual.
Menurut Azhar Arsyad, agar perpustakaan dapat berfungsi sebagai sumber belajar secara efektif, maka diperlukan ketrampilanketrampilan sebagai berikut:
a. Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan [1] mengenal sumber informasi dan pengetahuan, [2] menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, [3] menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedia, kamus, buku tahunan, dan lain-lain.
b. Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti [1] memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan [2] mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
c. Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti [1] memahami bahan yang dibaca, [2] membedakan antara fakta dan opini, dan [3] menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan,
d. Ketrampilan menggunakan informasi, seperti [1] memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, [2] menggunakan informasi dalam diskusi, dan [3] menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.
Berbicara mengenai perpustakaan sebagai pusat sumber belajar tentunya berkaitan dengan belajar berdasarkan sumber (resource based learning) yaitu segala bentuk belajar yang menghadapkan murid dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual atau kelompok dengan segala kegiatan yang bertalian itu.
Sumber belajar yang sejak lama digunakan dalam proses belajar mengajar adalah buku-buku dan hingga sekarang buku-buku masih memegang peranan yang amat penting. Oleh karena itu, ahli perpustakaan mempunyai peranan yang penting sekali dalam resource based learning ini.
Belajar Berdasarkan Sumber (BBS) ini memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio-visual dan memberi kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia. Di sini siswa harus diajarkan tekhnik melakukan kerja lapangan, menggunakan perpustakaan serta buku referensi, sehingga mereka lebih percaya pada diri sendiri dalam belajar.
Dari keterangan-keterangan di atas, jelas kiranya bahwa perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang berpengaruh dalam proses belajar-mengajar. Selain itu perpustakaan juga merupakan pusat sumber belajar yang berfungsi menyimpan berbagai macam sumber belajar.


E. Definisi Operasional
Untuk memperjelas pemahaman dan menghindari kesalah-pahaMTs, maka penulis akan memberikan penegasan beberapa istilah yang digunakan dalam skripsi yang berjudul: “Peran Perpustakaan Sekolah Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar PAI Siswa di MTs Al-Khairiyah”. Kata kunci yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Peran
Peran yaitu sesuatu yang jadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama (dalam terjadinya sesuatu hal atau peristwa). Yang dimaksudkan peran dalam penelitian ini adalah fungsi ataupun kegunaan dari perpustakaan.
2. Perpustakaan
Kata pustaka menurut Kamus Jawa Kuno (Kawi) – Indonesia (L-Mardiwasito, 1978), berasal dari bahsa sansekerta yang berarti “buku; naskah; tulisan”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Perpustakaan adalah (a) tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi dan sebagainya, (b) koleksi buku, majalah dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajar dan dibicarakan.
P. Sumardji, memberikan definisi perpustakaan sebagai koleksi yang terdiri dari bahan-bahan tertulis, tercetak maupun grafis lainnya seperti film, slide, piringan hitam, tape, dalam ruangan atau gedung yang diatur dan diorganisasikan dengan sistem tertentu agar dapat digunakan untuk keperluan studi, penelitian, pembacaan dan lain sebagainya.
Perpustakaan yang dimaksud di sini adalah perpustakaan yang ada di sekolah, yang berfungsi menyimpan berbagai informasi yang diperlukan oleh para guru dan siswa.
3. Peran Perpustakaan
Peranan perpustakaan yang paling utama adalah memberi informasi dari berbagai ilmu dan disiplin ilmu.
Peranan yang dapat dijalankan oleh perpustakaan antara lain adalah:
g. Perpustakaan merupakan media atau jembatan yang menghubungkan antara sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam koleksi perpustakaan dengan para pemakainya.
h. Sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama pemakai dan antara penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat yang dilayani
i. Sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, kebiasaan membaca dan budaya baca melalui penyediaan berbagai bahan bacaan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
j. Sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi mereka yang ingin mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta pengalamannya.
k. Perpustakaan merupakan agen perubahan, agen pembangunan dan agen kebudayaan umat manusia
l. Sebagai lembaga pendidikan non formal bagi anggota masyarakat dan pengunjung perpustakaan.
m. Sebagai pembimbing dan memberikan konsultasi kepada pemakai atau melakukan pendidikan pemakai (user education)
n. Menghimpun dan melestarikan koleksi bahan pustaka agar tetap dalam keadaan baik.
o. Sebagai ukuran (barometer) atas kemajuan masyarakat dilihat dari intensitas kunjungan dan pemakaian perpustakaan
p. Secara tidak langsung perpustakaan yang berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik dapat ikut berperan dalam mengurangi dan mencegah kenakalan remaja.
4. Sekolah
Sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta menerima dan memberi pelajaran. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang melaksanakan pembinaan pendidikan dan pengajaran dengan sengaja, teratur, dan terencana. Sekolah yang dimaksudkan disini adalah sekolah yang bernotabene Islam (Lembaga Pendidikan Islam) yaitu Madrasah Aliyah.

5. Peningkatan
Peningkatan yaitu proses, perbuatan, cara meningkatkan (usaha kegiatan, dsb). Yang dimaksudkan disini adalah upaya untuk menaikkan.
6. Prestasi Belajar
Prestasi merupakan bukti keberhasilan usaha yang dapat dicapai. Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkahlaku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Prestasi belajar dapat diartikan sebagai suatu hasil usaha yang telah dicapai dari latihan atau pengalaman yang ditunjukkan dengan nilai tes berdasarkan evaluasi.
Prestasi yang dimaksudkan adalah prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa. Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dimaksudkan dalam penulisan ini adalah subyek pelajaran yang berisi materi/pengalaman tentang ajaran agama Islam yang pada umumnya telah tersusun secara sistematis dalam ilmu-ilmu ke Islalaman. Disini terdiri dari pelajaran Fiqh, Akidah akhlak, dan al-Qur’an Hadits.
Prestasi belajar ini ditunjukkan dengan adanya nilai mid semester dari para siswa yang dijadikan sebagai responden setelah dilaksanakannya evaluasi.
Oleh karena itu dengan penelitian ini diharapkan dapat menggugah hati para pengelola sekolah ataupun pengelola perpustakaan untuk mengembangkan perpustakaan sekolahnya semaksimal mungkin.

Comments (0)

Poskan Komentar